
Bayangkan kalau kurikulum SMP di Indonesia hanya berisi mata pelajaran sains: matematika, fisika, kimia, biologi, ilmu bumi, astronomi, dan teknologi. Tidak ada lagi sejarah, seni budaya, ekonomi, bahkan bahasa Indonesia hanya diajarkan sekilas untuk literasi dasar.
Kurikulum yang Dibayangkan
- Matematika → fondasi semua cabang sains.
- Fisika & Kimia → hukum alam dan materi.
- Biologi → kehidupan, ekosistem, kesehatan.
- Ilmu Bumi & Astronomi → geologi, cuaca, ruang angkasa.
- Teknologi & Informatika → coding, simulasi, AI, robotik.
- Praktikum & Statistika → eksperimen dan analisis data.
- Bahasa Inggris Sains → membaca jurnal internasional.
Apakah sistem seperti ini akan melahirkan generasi ilmuwan hebat, atau justru generasi yang kaku dan kurang kreatif?