Jadi ceritanya temanku murid SMP yang tiba-tiba ditunjuk guru buat ikut FLS3N kategori dongeng. Katanya karena dia “pinter nulis” (padahal nulis caption IG aja masih belepotan).
Awalnya kupikir seru, bisa bikin cerita imajinatif. Tapi makin ke sini kok rasanya kayak beban ya.
Temen-temen lain santai main bola, nongkrong, atau nonton drakor.
dia malah harus mikirin gimana bikin tokoh kancil nggak terlalu jahat, kura-kura nggak terlalu membosankan.
Guru bilang Harus ada pesan moral.
Lah, dia aja masih belajar moral dari anime dan komik. 🤦♂️
Akhirnya dia bikin dongeng: kura-kura sabar, kancil licik, ujung-ujungnya mereka jadi sahabat. Guru bilang bagus,tapi “kurang panjang.”
Ya ampun, rasanya kayak PR tambahan yang nggak ada deadline jelas.
Menurutku sih, lomba kayak gini bagus kalau memang dari hati. Kalau dipaksa, malah bikin stres. Semoga ke depan bisa lebih fleksibel, biar murid ikut dengan senyum, bukan dengan drama.